Sejarah

 

Balai Besar Keramik adalah unit pelaksana teknis di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian. Pada awalnya lembaga ini didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1922. Sejak berdirinya hingga sekarang, lembaga tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan nama yakni sebagai berikut: Pada saat didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, lembaga di atas diberi nama Het Keramische Laboratorium. Pada tahun 1942 yakni pada saat Jepang memerintah negeri ini namanya diganti menjadi Toki Yogyo Shikenjo yang berarti laboratorium keramik. Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1945, lembaga ini diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia dan namanya diganti menjadi Balai Penyelidikan Keramik. Pada tahun 1960 namanya diganti menjadi Balai Penelitian Keramik dan pada Tahun 1980 direorganisasi dan namanya diganti menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Keramik.Pada tahun 2006 dengan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor: 40/M-IND/ PER/ 2006 tanggal Juni 2006, lembaga inidireorgnisasi kembali dan namanya berubah menjadi BalaiBesar Keramik (BBK).

 

Sejarah berdirinya Balai Besar Keramik sebagai institusi Litbang industri di bidang keramik adalah sebagai berikut:
1922
Didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama "Keramische Laboratorium"
1942
Diambil alih oleh Pemerintah Penjajahan Jepang
1945
Diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia
1960
Namanya diganti menjadi Balai Penyelidikan Keramik
1980
Di-reorganisasi dan namanya diganti menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Keramik
2002
Di-reorganisasi dan namanya diganti menjadi Balai Besar Keramik